Pelantikan Eselon II Lampung Digelar Hari Ini, Tiga Pejabat Hasil Lelang Siap Dilantik
RayaPost.com—Teluk Betung, Pemerintah Provinsi Lampung dijadwalkan melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) pada Senin, 4 Mei 2026, siang. Informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber internal yang mengonfirmasi telah menerima undangan resmi untuk menghadiri agenda tersebut.
Seorang pejabat eselon II yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pelantikan pada pukul 13.30 WIB. “Undangan sudah kami terima. Pelantikan siang ini,” ujarnya kepada wartawan.
Ia mengindikasikan bahwa pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses lelang jabatan yang telah berlangsung sebelumnya. Namun, ia juga memberi sinyal bahwa nama-nama yang dilantik tidak jauh dari pejabat pelaksana tugas (Plt) yang selama ini mengisi posisi tersebut. “Biasanya yang sudah menjabat Plt akan ditetapkan menjadi definitif,” katanya.
Informasi serupa juga disampaikan oleh salah satu peserta lelang jabatan. Ia mengaku mendapatkan kabar mengenai pelantikan tersebut, meski dirinya tidak termasuk dalam daftar pejabat yang akan dilantik. “Ada pelantikan hasil seleksi terbuka hari ini, tapi saya tidak lolos,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya terdapat tiga pejabat hasil lelang jabatan yang akan dilantik, yakni Tony Ferdinansyah sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asrul Tristianto sebagai Kepala Biro Perekonomian, dan Desti Arisandi sebagai Kepala Dinas Perkebunan.
Selain itu, beredar pula kabar bahwa Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung turut masuk dalam daftar pejabat yang akan dilantik. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah provinsi terkait hal tersebut.
Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung pasca proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian guna mengakhiri spekulasi yang berkembang di internal birokrasi.(***)












