Bonatua Silalahi Klaim Tak Temukan Verifikasi Ijazah
Jokowi, Dibukukan dalam Karya Terbaru
RayaPost.com— Jakarta, Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menerbitkan buku berjudul Ijazah Jokowi Tidak Ada. Buku itu memuat hasil penelitiannya mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir.
Bonatua mengaku mulai menaruh perhatian pada isu tersebut setelah gugatan yang diajukan Bambang Tri Mulyono pada 2022 terkait keabsahan ijazah Jokowi. Dari sana, ia kemudian melakukan penelusuran yang disebutnya berlangsung bertahap dan berbasis dokumen.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Official iNews pada pertengahan Mei 2026, Bonatua mengatakan penelitiannya dimulai dari Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik pembuatan dokumen palsu, termasuk ijazah. Ia mengaku tertarik menelusuri pola dan modus pemalsuan dokumen setelah menyaksikan tayangan televisi mengenai praktik tersebut.
“Hipotesis saya sederhana, apakah ijazah itu benar-benar ada atau tidak. Saya mencoba menelusurinya dengan mengikuti alur administrasi yang digunakan penyelenggara pemilu,” kata Bonatua.
Untuk mendukung penelitiannya, Bonatua menyebut mendatangi sejumlah lembaga, antara lain KPUD Kota Surakarta, lembaga kearsipan daerah, KPU RI, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), hingga Sekretariat Negara. Ia mengklaim tidak menemukan dokumen atau berita acara yang secara eksplisit menunjukkan proses verifikasi antara fotokopi ijazah yang beredar dengan dokumen asli.
Menurut Bonatua, salah satu temuan yang dianggapnya janggal adalah keberadaan fotokopi ijazah legalisir berstempel basah yang, menurut dia, tidak ditemukan kembali dalam arsip sejumlah lembaga yang pernah menyimpan dokumen pencalonan Jokowi.
Ia juga menyoroti legalisasi dokumen yang disebut tidak mencantumkan tanggal pada cap pengesahan. Berdasarkan rangkaian penelusuran itu, Bonatua menyimpulkan bahwa tidak ada lembaga publik yang mampu memastikan keaslian ijazah Jokowi melalui mekanisme verifikasi formal yang ia anggap memadai.
Kesimpulan tersebut kemudian dituangkannya dalam buku Ijazah Jokowi Tidak Ada.
Meski demikian, polemik mengenai ijazah Jokowi selama ini telah berulang kali dibantah oleh pihak terkait, termasuk Universitas Gadjah Mada yang sebelumnya menyatakan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan kampus tersebut.(***)












