Menu

Mode Gelap
PAN Mantapkan Langkah Politik di Bandar Lampung 400 Jemaah Haji Lampung Utara Siap Berangkat Anggota Koperasi IJP Akan Dicover Asuransi Jiwa, Klaim Hingga Rp50 Juta Serangan Verbal ke Jurnalis, L@pakk Minta Sekda Lampung Bertindak Keren! Koperasi IJP Maju Sejahtera Didukung Kementerian Koperasi dan UKM Pasal berlapis KHUP Baru dan UU Pers Jadi Ancaman Oknum Kadis

Berita

Basarnas Kejar Golden Time Evakuasi Santri Tertimbun Musala Sidoarjo

badge-check


					Basarnas Kejar Golden Time Evakuasi Santri Tertimbun Musala Sidoarjo Perbesar

Jakarta, Rayapost.com–Badan SAR Nasional mengejar golden time atau rentang waktu kritis dalam proses evakuasi santri yang jadi korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khozyni, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan hal ini dilakukan untuk bisa mengevakuasi korban yang tertimbun dalam kondisi hidup.

“Jadi kita mengharapkan operasi bisa segera kita selesaikan. Saat ini kita mengejar golden time, karena dimungkinkan dari golden timeinilah yang kita detect masih ada kehidupan ini masih memungkinkan untuk bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,” kata Syafii dalam konferensi pers, Rabu (1/10).

“Sesuai teori memang 72 jam, namun saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa suplai minuman vitamin, bahkan infus, memungkinkan yang bersangkutan bisa bertahan lebih lama,” tutur dia.

Sebelumnya, bangunan musala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk, Senin (29/9) sore.

Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Berdasarkan data sementara Kantor SAR Surabaya hingga Selasa (30/9) malam, terdapat 102 orang santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Diperkirakan masih ada puluhan orang yang terjebak di reruntuhan.

Sementara itu, data BNPB hingga Selasa (30/9) malam, diduga ada 91 orang yang masih terjebak reruntuhan bangunan.

“Hingga Selasa (30/9) pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga tertimbun material bangunan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

sumber:CNN Indonesia

Apa Komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PAN Mantapkan Langkah Politik di Bandar Lampung

3 Mei 2026 - 17:36 WIB

400 Jemaah Haji Lampung Utara Siap Berangkat

3 Mei 2026 - 12:35 WIB

Anggota Koperasi IJP Akan Dicover Asuransi Jiwa, Klaim Hingga Rp50 Juta

3 Mei 2026 - 12:33 WIB

Serangan Verbal ke Jurnalis, L@pakk Minta Sekda Lampung Bertindak

1 Mei 2026 - 11:23 WIB

Keren! Koperasi IJP Maju Sejahtera Didukung Kementerian Koperasi dan UKM

1 Mei 2026 - 10:21 WIB

Trending di Berita