Menu

Mode Gelap
Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung RILIS PWI LAMPUNG Kunjungi Balai Wartawan, Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru Santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah Darul Iman Dilaporkan Hilang, Keluarga Buat Laporan ke Polda Lampung Kunjungan ke DPRD Lampung, KPK : Lemahnya Pengawasan Buka Celah Korupsi!

Berita

Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung

badge-check


					Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat  Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung Perbesar

Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat

Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung

Rayapost.com— Bandar Lampung, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik dua pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis, 18 September 2025. Anang Risgiyanto dipercaya menakhodai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sedangkan Rendi Reswandi ditetapkan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dua kursi strategis ini bukan sembarang jabatan. Bappeda adalah dapur utama pembangunan daerah: dari menyusun arah kebijakan, mengolah data, hingga mengoordinasikan program lintas dinas. Sementara BKD menjadi pintu gerbang manajemen aparatur sipil negara, termasuk promosi, mutasi, dan penegakan sistem merit.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar pangkat. Ia meminta Bappeda tidak terjebak pada rutinitas teknokratis yang seringkali hanya melahirkan dokumen tebal tanpa implementasi.

“Perencanaan pembangunan jangan hanya di atas kertas. Rakyat harus bisa merasakan langsung manfaatnya,” kata Mirza.

Khusus untuk BKD, Mirza menekankan pentingnya membangun birokrasi yang profesional dan bersih. Transparansi dalam manajemen ASN, menurutnya, menjadi tolok ukur utama.

“Jabatan ini amanah dari rakyat. Kinerja akan saya nilai dari kepuasan publik dan laporan Inspektorat,” ujarnya.

Pesan larangan pesta syukuran setelah pelantikan memperlihatkan sikap Mirza yang ingin memutus tradisi lama birokrasi: jabatan sering dirayakan, tapi jarang diimbangi kinerja.

“Yang penting bukan pesta setelah dilantik, melainkan bukti kerja nyata,” tegasnya.

Pelantikan ini sekaligus memperlihatkan konsolidasi awal pemerintahan Mirza. Dengan menempatkan figur baru di Bappeda dan BKD, ia mengirim sinyal bahwa arah pembangunan dan reformasi birokrasi menjadi prioritas. Bappeda akan menjadi lokomotif arah pembangunan, sementara BKD menjadi instrumen untuk memastikan aparatur sipil negara bekerja sesuai meritokrasi.

Kedua posisi ini kelak akan menentukan citra kepemimpinan Mirza. Jika perencanaan hanya berhenti di atas kertas dan birokrasi masih berkutat pada pola lama, maka pesan “jabatan adalah amanah” bisa kehilangan makna. Sebaliknya, bila Bappeda mampu merancang pembangunan berbasis data dan partisipasi, serta BKD menegakkan sistem merit, maka jargon Lampung unggul dan sejahtera bukan sekadar retorika.

Apa Komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung

5 Januari 2026 - 13:39 WIB

RILIS PWI LAMPUNG Kunjungi Balai Wartawan, Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global

19 Desember 2025 - 20:31 WIB

Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

30 November 2025 - 21:14 WIB

Santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah Darul Iman Dilaporkan Hilang, Keluarga Buat Laporan ke Polda Lampung

12 November 2025 - 21:07 WIB

Trending di Berita