Menu

Mode Gelap
AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Kelola 365 Madrasah, Kemenag Lampung Tengah Didorong Tampil Lebih Unggul Komitmen Dukung Sarana Olahraga dan Pendidikan Karakter Generasi Muda, BRI Kanca Bengkulu Bangun Lapangan Mini Soccer untuk Yayasan Al-Fida Bengkulu Melalui CSR* Puskada Ingatkan Polda Lampung Ada Potensi Kejahatan Berlapis dalam Skandal Honorer Fiktif Metro PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027 Tanpa Bantuan, Puluhan Warga Inisiatif Buka Akses Jalan Baru

Berita

Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung

badge-check


					Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat  Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung Perbesar

Jabatan Adalah Amanah, Tanggung Jawabnya Berat

Rendi dan Anang Dilantik Gubernur Lampung

Rayapost.com— Bandar Lampung, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik dua pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis, 18 September 2025. Anang Risgiyanto dipercaya menakhodai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sedangkan Rendi Reswandi ditetapkan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dua kursi strategis ini bukan sembarang jabatan. Bappeda adalah dapur utama pembangunan daerah: dari menyusun arah kebijakan, mengolah data, hingga mengoordinasikan program lintas dinas. Sementara BKD menjadi pintu gerbang manajemen aparatur sipil negara, termasuk promosi, mutasi, dan penegakan sistem merit.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar pangkat. Ia meminta Bappeda tidak terjebak pada rutinitas teknokratis yang seringkali hanya melahirkan dokumen tebal tanpa implementasi.

“Perencanaan pembangunan jangan hanya di atas kertas. Rakyat harus bisa merasakan langsung manfaatnya,” kata Mirza.

Khusus untuk BKD, Mirza menekankan pentingnya membangun birokrasi yang profesional dan bersih. Transparansi dalam manajemen ASN, menurutnya, menjadi tolok ukur utama.

“Jabatan ini amanah dari rakyat. Kinerja akan saya nilai dari kepuasan publik dan laporan Inspektorat,” ujarnya.

Pesan larangan pesta syukuran setelah pelantikan memperlihatkan sikap Mirza yang ingin memutus tradisi lama birokrasi: jabatan sering dirayakan, tapi jarang diimbangi kinerja.

“Yang penting bukan pesta setelah dilantik, melainkan bukti kerja nyata,” tegasnya.

Pelantikan ini sekaligus memperlihatkan konsolidasi awal pemerintahan Mirza. Dengan menempatkan figur baru di Bappeda dan BKD, ia mengirim sinyal bahwa arah pembangunan dan reformasi birokrasi menjadi prioritas. Bappeda akan menjadi lokomotif arah pembangunan, sementara BKD menjadi instrumen untuk memastikan aparatur sipil negara bekerja sesuai meritokrasi.

Kedua posisi ini kelak akan menentukan citra kepemimpinan Mirza. Jika perencanaan hanya berhenti di atas kertas dan birokrasi masih berkutat pada pola lama, maka pesan “jabatan adalah amanah” bisa kehilangan makna. Sebaliknya, bila Bappeda mampu merancang pembangunan berbasis data dan partisipasi, serta BKD menegakkan sistem merit, maka jargon Lampung unggul dan sejahtera bukan sekadar retorika.

Apa Komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

19 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kelola 365 Madrasah, Kemenag Lampung Tengah Didorong Tampil Lebih Unggul

19 Mei 2026 - 16:21 WIB

Komitmen Dukung Sarana Olahraga dan Pendidikan Karakter Generasi Muda, BRI Kanca Bengkulu Bangun Lapangan Mini Soccer untuk Yayasan Al-Fida Bengkulu Melalui CSR*

19 Mei 2026 - 13:15 WIB

Puskada Ingatkan Polda Lampung Ada Potensi Kejahatan Berlapis dalam Skandal Honorer Fiktif Metro

18 Mei 2026 - 17:18 WIB

PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027

18 Mei 2026 - 17:16 WIB

Trending di Berita