Menu

Mode Gelap
Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung RILIS PWI LAMPUNG Kunjungi Balai Wartawan, Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru Santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah Darul Iman Dilaporkan Hilang, Keluarga Buat Laporan ke Polda Lampung Kunjungan ke DPRD Lampung, KPK : Lemahnya Pengawasan Buka Celah Korupsi!

Berita

Kontes ala Perang Dingin antara AS dan RRT

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Para ahli mengatakan, Amerika Serikat dan

Republik Rakyat Tiong-kok (RRT) tengah terlibat

dalam “kontes ala Pe-rang Dingin” dengan satu perbedaan: Kedua rival tersebut tetap terikat erat oleh perdagangan dan keuangan.

Selama beberapa dekade, Washington bertaruh bahwa perdagang-an dan teknologi akan mengikat Tiongkok ke dalam tatanan yang lebih terbuka dan berbasis aturan.

Namun, dua kekuatan terbesar du-nia itu kini berselisih di hampir se-tiap bidang-cip dan Al, rantai pasok-an dan standar teknis, dunia maya dan ruang angkasa, ideologi dan pengaruh

yang dalam membentuk proses nya kembali aliansi serta

ekonomi global.

Para analis menyebutnya “kontes ala Perang Dingin” dengan satu per-ubahan penting: Kedua rival tersebut masih terikat erat oleh perdagangan dan keuangan. Alih-alih memutuskan hubungan tersebut secara langsung, masing-masing pihak justru berlom-ba-lomba untuk memperbaruinya.

Washington berbicara

tentang

“de-risking” dan “decoupling yang terarah”, sementara Beijing mem-bangun tuas hukum, regulasi, dan ekspornya sendiri yang sering kali menyimpang dari norma global. Para ahli mengatakan, tarik-menarik ini kemungkinan akan menentukan

hubungan kedua negara hingga jauh melampaui 2027.

Bagaimana Kita Sampai di Sini?

Perjalanan Presiden AS, Richard Nixon ke Beijing pada 1972 meng-akhiri permusuhan selama beberapa dekade dan membuka jalan bagi pengakuan diplomatik penuh AS

pengaruh-yang dalam prosesnya membentuk kembali aliansi serta

ekonomi global.

Para analis menyebutnya “kontes ala Perang Dingin” dengan satu per-ubahan penting: Kedua rival tersebut masih terikat erat oleh perdagangan dan keuangan. Alih-alih memutuskan hubungan tersebut secara langsung, masing-masing pihak justru berlom-ba-lomba untuk memperbaruinya.

Washington berbicara tentang

“de-risking” dan “decoupling yang terarah”, sementara Beijing mem-bangun tuas hukum, regulasi, dan ekspornya sendiri yang sering kali menyimpang dari norma global. Para ahli mengatakan, tarik-menarik ini kemungkinan akan menentukan

hubungan kedua negara hingga jauh melampaui 2027.

Bagaimana Kita Sampai di Sini?

Perjalanan Presiden AS, Richard Nixon ke Beijing pada 1972 meng-akhiri permusuhan selama beberapa dekade dan membuka jalan bagi pengakuan diplomatik penuh AS

sumber berita:epochtime

Apa Komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung

5 Januari 2026 - 13:39 WIB

RILIS PWI LAMPUNG Kunjungi Balai Wartawan, Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global

19 Desember 2025 - 20:31 WIB

Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

30 November 2025 - 21:14 WIB

Santri Pondok Pesantren Sulaimaniyah Darul Iman Dilaporkan Hilang, Keluarga Buat Laporan ke Polda Lampung

12 November 2025 - 21:07 WIB

Trending di Berita