Menu

Mode Gelap
AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Kelola 365 Madrasah, Kemenag Lampung Tengah Didorong Tampil Lebih Unggul Komitmen Dukung Sarana Olahraga dan Pendidikan Karakter Generasi Muda, BRI Kanca Bengkulu Bangun Lapangan Mini Soccer untuk Yayasan Al-Fida Bengkulu Melalui CSR* Puskada Ingatkan Polda Lampung Ada Potensi Kejahatan Berlapis dalam Skandal Honorer Fiktif Metro PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027 Tanpa Bantuan, Puluhan Warga Inisiatif Buka Akses Jalan Baru

Berita

Kontes ala Perang Dingin antara AS dan RRT

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Para ahli mengatakan, Amerika Serikat dan

Republik Rakyat Tiong-kok (RRT) tengah terlibat

dalam “kontes ala Pe-rang Dingin” dengan satu perbedaan: Kedua rival tersebut tetap terikat erat oleh perdagangan dan keuangan.

Selama beberapa dekade, Washington bertaruh bahwa perdagang-an dan teknologi akan mengikat Tiongkok ke dalam tatanan yang lebih terbuka dan berbasis aturan.

Namun, dua kekuatan terbesar du-nia itu kini berselisih di hampir se-tiap bidang-cip dan Al, rantai pasok-an dan standar teknis, dunia maya dan ruang angkasa, ideologi dan pengaruh

yang dalam membentuk proses nya kembali aliansi serta

ekonomi global.

Para analis menyebutnya “kontes ala Perang Dingin” dengan satu per-ubahan penting: Kedua rival tersebut masih terikat erat oleh perdagangan dan keuangan. Alih-alih memutuskan hubungan tersebut secara langsung, masing-masing pihak justru berlom-ba-lomba untuk memperbaruinya.

Washington berbicara

tentang

“de-risking” dan “decoupling yang terarah”, sementara Beijing mem-bangun tuas hukum, regulasi, dan ekspornya sendiri yang sering kali menyimpang dari norma global. Para ahli mengatakan, tarik-menarik ini kemungkinan akan menentukan

hubungan kedua negara hingga jauh melampaui 2027.

Bagaimana Kita Sampai di Sini?

Perjalanan Presiden AS, Richard Nixon ke Beijing pada 1972 meng-akhiri permusuhan selama beberapa dekade dan membuka jalan bagi pengakuan diplomatik penuh AS

pengaruh-yang dalam prosesnya membentuk kembali aliansi serta

ekonomi global.

Para analis menyebutnya “kontes ala Perang Dingin” dengan satu per-ubahan penting: Kedua rival tersebut masih terikat erat oleh perdagangan dan keuangan. Alih-alih memutuskan hubungan tersebut secara langsung, masing-masing pihak justru berlom-ba-lomba untuk memperbaruinya.

Washington berbicara tentang

“de-risking” dan “decoupling yang terarah”, sementara Beijing mem-bangun tuas hukum, regulasi, dan ekspornya sendiri yang sering kali menyimpang dari norma global. Para ahli mengatakan, tarik-menarik ini kemungkinan akan menentukan

hubungan kedua negara hingga jauh melampaui 2027.

Bagaimana Kita Sampai di Sini?

Perjalanan Presiden AS, Richard Nixon ke Beijing pada 1972 meng-akhiri permusuhan selama beberapa dekade dan membuka jalan bagi pengakuan diplomatik penuh AS

sumber berita:epochtime

Apa Komentar Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AJI Bandar Lampung Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

19 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kelola 365 Madrasah, Kemenag Lampung Tengah Didorong Tampil Lebih Unggul

19 Mei 2026 - 16:21 WIB

Komitmen Dukung Sarana Olahraga dan Pendidikan Karakter Generasi Muda, BRI Kanca Bengkulu Bangun Lapangan Mini Soccer untuk Yayasan Al-Fida Bengkulu Melalui CSR*

19 Mei 2026 - 13:15 WIB

Puskada Ingatkan Polda Lampung Ada Potensi Kejahatan Berlapis dalam Skandal Honorer Fiktif Metro

18 Mei 2026 - 17:18 WIB

PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027

18 Mei 2026 - 17:16 WIB

Trending di Berita